MEMOTRET PASAR SEKATEN

_MG_9213 sz fn

“Teettt…..Teettt…”

Kebisingan masih tetap terjaga di malam itu, entah suara apa itu, mungkin seperti suara klakson sebuah kapal ferry atau mungkin pula sebuah klakson bus-bus besar. Tapi yang pasti bunyi itu sudah mampu membuat bising daerah sekitar, dan telah mampu menarik kaki ini melangkah kearahnya.

Dinginnya udara malam Yogyakarta seakan berubah menjadi hangatnya kota asal saya. Bukan karena polusi yang menutupi langit, sehingga merubah cuaca dingin menjadi panas, bukan pula karena ketiadaan pohon-pohon yang menjadi paru-paru sebuah kota, namun hangatnya cuaca sekitar Yogyakarta karena ratusan mungkin ribuan orang yang datang menuju Alun-Alun Keraton Yogyakarta malam itu. Ya, kota bakpia pada malam minggu ini sedang mengadakan sebuah pasar malam yang orang sekitar sering mengucapkannya dengan “Sekaten

Dalam melakukan pemotretan di malam hari, terutama di tempat-tempat yang begitu ramai sepertisekaten ini, memang menuntut kita untuk melakukan beberapa hal yang praktis namun efisien. Praktis yang dikatakan di sini adalah di mana beberapa gadget atau peralatan yang dirasa tidak perlu atau mungkin dapat dikatakan lebih baik untuk tidak digunakan, sebaiknya tidak dikeluarkan. Beberapa peralatan yang dirasa tidak perlu untuk dikeluarkan ketika memotret pada kondisi malam hari di tempat yang ramai seperti di atas antara lain:

  • Tripod;

Mengapa dikatakan tripod tidak diperlukan pada kondisi seperti di atas, karena ketika kita menggunakan tripod, terutama tripod yang memiliki panjang sampai dua meteran, malah menjadi pengganggu bagi orang-orang yang akan lalu lalang di sekitar kita, selain akan mengganggu orang yang lalu lalang, beberapa kali juga kaki-kaki tripod itu akan seringkali tersenggol orang-orang, terkecuali kita berada pada satu tempat yang sepi, namun dimungkinkan untuk tetap mengambil suasana ramai tempat tersebut.

  • Cable Shutter Release; 

Biasanya ketika kita menggunakan sebuah tripod, satu peralatan yang mungkin dan seringkali menjadi tandem dari tripod adalah cable releaseCable release adalah merupakan sebuah kabel yang berguna bagi kita untuk memotret tanpa harus menekan tombol shutter yang ada pada kamera kita. Keberadaan kabel ini, alih-alih akan membantu kita, malah akan menjadi bumerang bagi kita sendiri, panjangnya kabel tersebut, malah akan terinjak-injak oleh orang-orang, atau bahkan akan menyebabkan orang-orang yang lalu lalang tersandung oleh kabel kita.

  • Flash Eksternal; 

Keberadaan flash memang sangatlah membantu kita ketika kita akan memotret pada situasi malam hari, namun dalam keadaan ini yang mana kita berada pada satu tempat yang sangat ramai, malah dirasakan tidak perlu. Coba rasakan cahaya flash yang kita tembakan dari kamera atau sekedar menembakkannya dari tombol yang berada pada flash itu sendiri, lalu arahkan persis ke muka kita. Apa yang akan kita rasakan? Silau.- itu pasti satu jawaban yang akan terucapkan pertama kali dari mulut kita. So, coba kalian bayangkan bagaimana kita menembakkan flash kita, ditengah-tengah orang-orang yang sedang lalu lalang di depan kita. Walau kita tak memiliki niatan untuk menjahili atau mungkin merusak kenyamanan mereka, namun cukup sekali tembakan saja, cahaya itu sudah cukup membuat orang-orang menjadi risih. Jalan keluarnya mungkin dengan mengarahkan flash kita ke arah atas, untuk beberapa hal, mengarahkan flash ke atas, berguna untuk mengisi atau terkadang pula untuk menyebarkan cahaya, namun sekali lagi, apalah gunanya mengarahkan flash ke atas, yang jelas-jelas di atas kita yang ada hanyalah dinding transparan yang entah berujung pada satu tempat yang sangat jauh di sana.

  • Lensa Super Tele

Mengapa dikatakan lensa super tele atau lensa dengan kepanjangan body yang cukup panjang menjadi sedikit bermasalah, hal ini dikarenakan salah satu aspek, yaitu aspek kenyamanan. Mari kita ambil contoh lagi. Coba anda gantungkan lensa tele anda, seperti 70-200mm, 75-300mm, 70-300mm, dan lain-lain, gantungkan strap kamera anda di bahu anda, sehingga posisi kamera persis berada di samping pinggul anda, coba praktekkan di tengah-tengah pasar yang ramai atau di tempat manapun yang ramai pengunjungnya. Percaya atau tidak, kamera atau lensa kita akan terus menerus tersenggol orang-orang yang lalu lalang melintasi kita. Lalu coba bidik sesuatu yang akan menjadi objek foto anda, bidik di tengah orang-orang yang lalu lalang di depan anda, minimal frame foto anda akan terus menerus terisi rambut, pundak, telinga, kepala orang-orang tersebut, atau mungkin yang lebih parah, ketika anda membidik, orang yang bengong, atau yang tak memperhatikan anda yang sedang membidik objek foto, dengan tanpa sengaja akan menyenggol lensa panjang anda.

Namun semua itu kembali lagi kepada masing-masing kita, beberapa peralatan masih dimungkinkan untuk digunakan, tetapi yang pasti tetap hargai orang-orang yang ada di sekitar kita.

Posted on June 11, 2013, in BACA-BACA and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: