HARAPAN PADA PEMUJA NEGERI ORANG; EKSPEDISI AKTA DAN PENA

_MG_0925-1 sz

*Ini merupakan artikel pendahuluan dalam Ekspedisi Akta dan Pena yang dilakukan oleh Max Adrian dan Andi Ramawan, dituliskan pada malam sebelum kemerdekaan Indonesia*

 

Dalam beberapa sudut pandang yang berbeda, berwisata di dalam negeri terlihat tidak menarik, membosankan dan cukup menguras keuangan, bahkan juga terkesan tidak nyaman dan tidak aman. Hingga pada akhirnya, melakukan perjalanan ke luar negeri merupakan jalan keluar dari keinginan masing-masing orang untuk liburan.

Kemudian, apakah salah jika seseorang melakukan perjalanan ke luar negeri, misalkan seperti ke beberapa negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura? Sepertinya mengenai pertanyaan tersebut, dirasa tidak ada salahnya jika kita melakukan beberapa kali perjalanan ke negara-negara tersebut khususnya.

Namun, setelah melakukan perjalanan itulah yang seakan menjadi titik balik dari perjalanan ke luar negeri yang telah kita lakukan. Perjalanan itu akan terasa sangat indah, jika kita juga menularkan apa-apa yang menjadi kelebihan dari destinasi wisata di negara-negara lain yang telah kita kunjungi dahulu. Tetapi hal ini akan berbanding terbalik, perjalanan yang telah kita lakukan terasa menjadi perjalanan yang cacat, ketika setelah perjalanan itu, hanyalah dilakukan untuk mengatakan bahwa Negara kita ini tak ubahnya seperti istri keempat, yang mana jika sang suami sudah bosan dengan istri yang pertama, kedua dan ketiga, barulah sang suami mengalihkan pandangannya pada istri keempat tersebut. Bahasa mudahnya adalah, dimana akan terasa cacat perjalanan ke luar negeri yang telah kita lakukan, jika setelah itu kita mengatakan bahwa Indonesia miskin atas keindahan alam maupun juga keaneka ragaman budaya dan masyarakatnya. Karena jika kita sudi untuk mengenal lebih dekat negeri ini, maka kita akan sadar bahwa negeri ini memiliki dan menyimpan berjuta-juta bahkan bertriliyun-triliyun keindahan dan keunikan yang belum tentu dimiliki negara-negara di belahan bumi lain, apalagi negara-negara tetangga kita sendiri.

Dengan perjalanan ini, seakan ingin membuktikan kepada kita semua, terutama anak muda, yang masih tergila-gila akan perjalanan ke luar negeri, namun menyepelekan bahkan menghina-hina alam serta budaya negeri ini, dan juga para anak muda yang masih menganggap untuk melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia hanyalah sebuah khayalan belaka dan sulit diwujudkan, bahwa negeri ini adalah sebuah mutiara terpendam, yang mana belum banyak tangan-tangan manusia yang mampu menyentuhnya, maka bayangkan betapa suci dan indahnya mutiara tersebut, serta tak ada satupun alasan yang benar-benar mampu menjadi penghadang terbesar untuk kita menikmati dan juga memiliki mutiara terpendam itu, karena mutiara itu adalah warisan yang ditinggalkan kakek-nenek moyang kita, yang kemudian kelak akan kita ceritakan dan wariskan kepada anak-cucu kita juga.

Hingga pada satu sesi terakhir, pada tanggal 17 Agustus, entah pada tahun berapa, perjalanan ini akan membuktikan pada kita semua, bahwa keindahan alam dan keaneka ragaman budaya dan masyarakat Negara Republik Indonesia benar-benar otentik keberadaannya.

Posted on August 16, 2013, in ARTIKEL OTENTIK and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: